Duhai Kucing, kau ternyata…
tuh kan..,kucing is my love my life ^^
(via pagi-emay)
Tahu, mengapa kita tak boleh terlalu senang berlebihan saat dikaruniai kenikmatan?
Agar kita menjaga yang lain untuk tetap bersyukur..
Karena, tak semestinya kita menjadi perantara orang untuk kufur nikmat..
Yang hamil, menjaga perasaan orang yang belum hamil..
Yang sudah menikah, menjaga perasaan orang yang belum menikah..
Yang kaya, menjaga perasaan orang yang miskin..
Yang sempurna fisiknya, menjaga perasaan orang yang memiliki kekurangan fisik…
Indah…
Kita menjaga diri bukan lantaran orang-orang disekitar kita iri..
Kita menjaga diri bukan berarti kita tidak berhak mengekspresikan rasa senang dan syukur kita..
Kita menjaga diri karena kita ingin sama-sama bersyukur dengan mereka yang belum mendapati nikmat yang sudah kita dapati..
Karena menjadi perantara syukur bagi orang lain adalah kenikmatan dan kebahagiaan yang sesungguhnya..
(diambil dari blognya Anin)
Entah kenapa tiba2 saya menyengajakan diri mampir di blog salah seorang sahabat semasa SMA, mungkin rindu karena tak saling berkabar,saya tak pernah tau kabarnya pasca menikah januari lalu (dia ngga pernah ngetwit sih..hehe) yak,akhirnya..saya kepoin deh blognya!
And finally,saya temukan tulisan diatas,dan saya jadi tau alasan kenapa teman saya tak pernah ‘update’ kebahagiaan nya di jejaring sosial..yup, ternyata ia hanya ingin menjaga perasaan orang lain agar tetap bersyukur,masyaAllah.. :)
Menulis memang sangat menyenangkan,apalagi menuliskan kebahagiaan agar nanti terus bisa dikenang, menunjukan rasa kebahagiaan pada oranglain pun rasanya berlipat-lipat lebih menyenangkan, mungkin tanpa kita sadari seolah-olah kita berkata
“Hai..Hai..lihat aku,hidupku indah,bahagia,banyak yang sayang sama aku,Tuhanku sangat mengasihiku,hebatkan aku?”
Semakin banyak orang yang melihat,merespon,semakin banyak yang memuji dan terselip rasa iri, semakin kita menikmatinya…
Pernah satu masa saya ingin menuliskan segalanya yang saya rasakan, tentang kisah saya dan kisah orang lain didalamnya
“bebas aja donk,bukankah ini blog pribadi saya? Ngapain juga mikirin orang lain”
Tapi,akhirnya saya memilih menahan diri,karena menimbang akan banyak mudharatnya jika saya menuliskan di blog lalu dibaca banyak orang..hehe
Biarlah,saya pikir menahan diri itu lebih baik,dan saya tetap menuliskan kisah ‘versi’ saya dalam ranah yang lebih tertutup, lalu dari jauh saya menertawakan kisah2 yang bertebaran sambil terselip kata “ah..kaga tau aje lu pade,hehe”
Ah,sudahlah..
Yang terpenting adalah jangan sampai kita bahagia diatas derita orang lain,jangan terlalu over show-up, Karena batas dari kebahagiaan kita bisa jadi adalah kesedihan orang lain.
Mari saling menjaga :)))
See their smiles..
Yukk, jadikan sebagian hartamu menjadi bagian dari senyum mereka :)
sejauh yang aku tahu. sebesar apapun cinta bumi kepada air. ia tak akan memilih cinta yang terus menemani. menyertai. mengiringi. bumi tampaknya memilih cinta yang bersiap. sejauh apapun yang dicintai melanglang. kalau ia ingin pulang. saat ia terjatuh. kala ia rasakan berat. menjadi rumah yang nyaman untuk kembali.
-Muhammad Akhyar-
‘Ali ibn Abi Taalib (radiyAllah ta’ala ‘anhu)
:’)
(Source: wethemuslims, via nayasa)
Jangan sedih saat kamu dibilang ga konkret
Karena kamu masih menanti restu orang tua
Jangan sedih saat kamu dibilang cupu
Karena kamu masih mengumpulkan uang demi uang untuk modal pernikahan
Jangan sedih saat kamu dibilang tak bisa apa2
Karena kamu masih menunggu dia yang masih mempersiapkan diri
Jangan sedih karena melihat temanmu yang pamer telah halal
Lalu (dengan maksud motivasi) nyinyirin kamu yang belum halal
Jangan sedih kawan!
Sungguh kata-kata itu tak perlu semua di dengarkan,ambil yang baik-baik saja
Tapi jika itu membuatmu bersedih hati,jangan pedulikan..
Karena..
Kita semua memiliki keadaan yang berbeda
Kita semua memiliki latar belakang,kisah,proses,dan cara yang berbeda
Tak bisa di samakan
Tak bisa dikatakan dia yang lebih dulu berarti lebih hebat dari yang masih menunggu :)
*Tribute to teman2 yang memiliki niat baik namun masih dihadapkan beberapa kendala,semoga dimudahkan dan dilancarkan segala urusannya ^^
Nb : bwt temen2 yang udah terlaksana niat baiknya,ada baiknya ngga usah kaya ‘kompor meleduk’ kali ya…hahaha… Tau kok lagi seneng2nya,tapi jangan sampai kebahagiaanmu malah menyakiti hati orang lain ya (karena sotoy,merasa lebih hebat dari temennya yg belum melaksanakan niat baiknya - mungkin maksudnya memotivasi kali yaa- hehehe)
Yok sama2 menjaga hati dan
perasaan orang lain :))
SEDEKAH BRUTAL Part 6 is coming!
Sedekah Brutal featuring Flohope (community empowerment) proudly present :
“Sedekah Modal Usaha Ibu-Ibu Penyapu Jalanan UI dan Bakti Sosial di Desa Bojonggede”
Assalamu’alaykum..
Kawan2..
Seringkali kita berjumpa dgn mereka..
seringkali kita melihat mereka..sesering kita mengacuhkan mereka..
Menyisir meter demi meter aspal jalanan..agar kita bisa berlalu dgn nyaman..
Ya..itulah mereka..Ibu2 penyapu jalanan UI..berjuang utk hidup dan membiayai sekolah anak2nya dgn penghasilan 600rb per bulan..
Sedekah Brutal Part 6 ini akan berkolaborasi dgn komunitas @flohope, membantu pemberdayaan ibu-ibu penyapu jalanan UI.. insyaAllah sedekah akan disalurkan dlm bentuk modal usaha pembuatan kerajinan tangan,souvenir dll.
selain itu, sedekah dlm bentuk bakti sosial juga akan disalurkan ke desa Bojonggede,pemasok utama para tenaga outsourcing di UI (OB, Cleaning Service, Penyapu Jalanan).
Yuk berpartisipasi.. :)
Salurkan sedekah terbaik-mu..melalui rekening Sedekah Brutal:
Bank Syariah Mandiri
7039447317
a/n Annisa Riani
(batas penyerahan sedekah tgl 18 May 2013, harap konfirm ke Ana 082125394262)
Terimakasih ^^
Salam Sedekah Brutal.
“Totalitas dalam Berbagi”
“Sedekah menentramkan Hati”
Follow: @sedekahbrutal utk info dan renungan.. ;)